WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

logo-dark

Welcome to our blog.


cara membuat website yang seo friendly

Website Design – Saat ini internet menjadi rujukan banyak orang dalam berbagai aktivitas, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan promosi dalam berbagai hal. Biasanya sebuah bisnis akan dianggap semakin terpercaya jika sudah memiliki website sendiri. Namun, Anda harus melakukan optimasi SEO yang tepat juga. Namun, tidak semua orang tahu cara membuat website yang bagus untuk SEO.

Dalam hal ini perlu dipahami bahwa tipe website berbeda-beda. Untuk bisa mendapatkan kategori yang berkualitas dan mendapatkan banyak pengunjung, tipe sekaligus pengelolaannya harus ramah terhadap SEO. Oleh karena itu Anda perlu mengenal lebih jauh cara-cara tersebut. Kali ini kita akan memberikan ulasan lebih jauh yang akan membantu Anda.

Buat Website dengan Server Responsif dan Desain Menarik

Pertama, sebelum membuat website Anda membutuhkan yang namanya server. Juga biasa dikenal dengan hosting. Dalam hal ini Anda perlu memilih layanan hosting yang tepat sehingga pelayanan yang diberikan pun juga terbaik. Selain itu, ini juga bertujuan untuk mendapatkan server yang benar-benar responsif, khususnya untuk website bisnis.

Tidak hanya sampai di sana, Anda juga membutuhkan desain website yang menarik. Hal ini untuk memberikan pengalaman terbaik yang mengesankan untuk para pengunjung Anda. Selain itu, hal ini juga meningkatkan kualitas SEO Anda dimata pengunjung.

Daftarkan Website ke Google Webmaster Tools

Tidak dapat dimungkiri bahwa Google adalah search engine terbesar yang harus sangat diperhatikan dengan baik. Dalam hal ini, untuk mendapatkan website yang bagus, maka setelah website jadi Anda perlu mendaftarkannya ke webmaster tools. Dengan langkah ini, maka sertiap artikel yang dipublish pun semakin mudah terindex Google. Sehingga, membuat web Anda lebih mudah naik.

Submit Sitemap Blog ke Bing dan Google

Cara membuat website yang bagus untuk SEO selanjutnya adalah dengan submit sitemap blog ke bing dan google. Hal ini juga tidak kalah penting karena tujuannya adalah untuk memberikan informasi terbaik URL ke mesin pencari dalam bentuk xml.

Pastikan Website Fast Loading

Jika Anda ingin memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung. Tentu saja Anda juga harus memposisikan diri sebagai pengunjung website dan merasakan bagaimana website Anda ini bekerja. Hal ini juga berkaitan erat dengan masalah loading yang dialami oleh para pengunjung.

Nah, di sini Anda perlu memastikan bahwa website Anda terhindar dari loading yang terlalu lama. Dengan fast loading, maka website tersebut bagus untuk SEO. Selain itu, potensi menghasilkan banyak kunjungan serta repeat order bagi website bisnis pun juga lebih besar sehingga lebih menguntungkan. Tak hanya itu, dengan load yang cepat, maka pengunjung akan betah berlama-lama di web Anda.

Jangan Lupa Isi dengan Konten Berkualitas

website yang bagus untuk google

Terakhir, kini saatnya berurusan dengan isi website. Sebenarnya yang sangat berkaitan dengan SEO di sini adalah kontennya. Website akan bagus untuk SEO jika kontennya berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Oleh karena itu, Anda harus menyiapkan konten-konten yang berkualitas dan original pastinya, sehingga lengkap sudah kriteria website yang ramah SEO ini.

Berencana membuat website yang SEO friendly? Cara membuat website yang bagus untuk SEO di atas bisa menjadi rujukan untuk diterapkan. Namun, tentu saja tidak melulu pada pembuatannya yang menentukan. Ada juga beberapa poin penting lain yang perlu diperhatikan seperti pengelolaan, konsisten mengisi konten dan masih banyak lagi. Selamat mencoba, semoga berhasil…

Ahza Digital sebagai Web Design Jakarta, Indonesia akan membantu mendeseain website sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

cara menghitung valuasi startup

DBaru-baru ini istilah Decacorn tengah menjadi pembahasan di media. Pembahasan tersebut muncul setelah Grab yang merupakan platform on demand mengumumkan telah resmi menjadi Decacorn atau startup yang memiliki valuasi di atas US$10 miliar (sekitar Rp140 triliun).

Valuasi startup Decacorn

Valuasi startup Decacorn tentu lebih tinggi dibanding startup yang masih berstatus Unicorn atau startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun). Setelah Decacorn, masih ada status yang lebih tinggi yakni Hectocorn.

Pada startup berstatus Hectocorn, nilai valuasinya telah melebihi angka US$100 miliar. Agar sebuah startup bisa menyandang status Unicorn, bahkan Hectocorn, tentu membutuhkan waktu. Untuk mencapai status Unicorn, ada startup yang membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun, ada juga yang mampu menyandang status tersebut kurang dari tiga tahun.

Valuasi Gojek

Ambil contoh GOJEK misalnya. Startup besutan Nadiem Makarim itu menjadi startup pertama asal Indonesia yang mendapat gelar Unicorn setelah sekitar enam tahun berdiri, jika melihat dari tanggal kelahirannya. Status Unicorn didapatkan GOJEK pada 4 Agustus 2016, setelah menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium delapan investor yang dipimpin Sequoia Capital dan Warbrug.

Valuasi Grab

Sementara Grab yang merupakan kompetitor GOJEK, terbilang cepat mendapatkan status sebagai Unicorn. Sejak berdiri pada 2012, startup asal Singapura ini sudah berstatus Unicorn pada 2014, atau hanya 14 bulan sejak kelahirannya.

Valuasi Tokopedia

Sedangkan Tokopedia, mulai menyandang status Unicorn setelah memperoleh pendanaan senilai US$1,347 miliar. Tokopedia mencatat angka investasi terbesar pada 2017 saat memperoleh dana senilai US$1,1 miliar dari Alibaba. Hampir serupa dengan GOJEK, Tokopedia butuh waktu sekitar enam tahun untuk menjadi Unicorn sejak resmi berdiri.

Bila melihat contoh di atas, penentuan valuasi startup sepertinya terlihat dari nilai pendanaan yang masuk ke startup tersebut. Namun sebenarnya antara satu startup dengan startup lainnya memang memiliki pendekatan yang berbeda-beda untuk menentukan nilai valuasinya.

Ingin membangun startup Anda sendiri ? Ahza Digital sebagai digital agency memiliki tenaga profesional untuk kebutuhan pembuatan startup seperti professional programmer, social media marketing expert, seo specialist.

Baca: Mengenal IoT dan Manfaatnya di Berbagai Bidang

Faktor yang Mempengaruhi Nilai Valuasi Startup

Ada beberapa hal yang mungkin mempengaruhi nilai valuasi startup seperti:

1. Nilai yang Ditentukan Pasar

Nilai ini umumnya diwakili oleh investor. Sebagai contoh, investor mengatakan startup A bernilai US$3 juta. Namun Founder startup tersebut merasa nilainya harus lebih tinggi karena memperhitungkan aset atau talenta bisnisnya. Jika startup tersebut tak bisa mengumpulkan uang dari aset senilai penilaian valuasi dari investor, maka startup itu harus menerima penilaian pasar.

2. Perbandingan dan Proyeksi Keuangan

Founder startup juga bisa menolak nilai valuasi yang diberikan jika dirasa terlalu rendah dengan menggunakan perbandingan dan proyeksi keuangan. Contoh perbandingan seperti cara menilai kapabilitas dan laju perkembangan startup yang bermain di sektor dan di pangsa pasar yang sama. Bagaimana jangkauan produk, traksi pengguna hingga varian produk yang ada di dalamnya akan menjadi bagian penting dalam komparasi tersebut.

Sedangkan untuk proyeksi keuangan, memang tak mudah memastikan angkanya. Namun tren dan traksi pengguna yang ada dari waktu sebelumnya, serta upaya pemasarannya, mungkin bisa dijadikan acuan untuk dianalisis.

3. Profit Bisnis Startup

Ini merupakan cara paling mudah untuk menunjukkan valuasi sebuah startup. Adanya profit yang dihasilkan menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan mampu memberikan keuntungan.

Pada fase awal startup biasanya masih fokus pada perluasan pasar dan akuisisi pengguna. Hal ini akan menjadi tantangan sebuah startup terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai mencapai titik profit, dan membandingkannya dengan perusahaan sejenis.

4. Bagaimana Membangun Startup Bervaluasi Tinggi?

Setelah mengetahui istilah dan cara menghitung valuasi startup, pertanyaan selanjutnya bagi pelaku startup adalah apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mencapai status tersebut. Agar bisa menjadi startup Unicorn, seorang Founder harus melakukan perhitungan matang sesuai kondisi pasar saat ini.

Seperti menemukan model bisnis yang menguntungkan, hingga menunggu momen yang tepat untuk merebut hati calon pengguna. Jika hal tersebut berhasil dilakukan, tak menutup kemungkinan akan hadirnya investor yang bersedia mendukung bisnis startup tersebut.

Ahza Global Strategis – Digital Agency Jakarta, Indonesia

hubungan artificial intelligence dengan industri 4.0

Otomatisasi. Kata itu erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0 yang kini tengah digaungkan ke masyarakat. Adanya Revolusi Industri 4.0 mendorong proses produksi menjadi lebih otomatis sehingga lebih efisien.

Bila ditelaah lebih lanjut, Revolusi Industri 4.0 dimotori oleh beberapa perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), artificial intelligene (AI), hingga komputasi awan atau cloud computing.

Dalam penerapannya, otomatisasi pada solusi IoT terlihat pada komunikasi antara mesin yang satu dengan lainnya. Komunikasi antar mesin ini berjalan secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Jika ada masalah dalam proses komunikasi, operator mesin bisa langsung mengetahuinya saat itu juga.

Jika dalam IoT proses otomatisasi terjadi pada komunikasi antar mesin, maka proses otomatisasi pada teknologi AI terjadi pada cara berpikir mesin mengolah sebuah informasi. AI sendiri masih merupakan gambaran umum mengenai kecerdasan buatan pada mesin. Karena AI memiliki subset berikutnya seperti machine learning.

Pada machine learning, kecerdasan buatan telah dilatih menggunakan data dalam jumlah besar. Rangkaian data itu kemudian diolah untuk mengambil kesimpulan, dan kesimpulan tersebut digunakan untuk menyelesaikan tugas dengan cara yang paling efektif.

Kemampuan ini juga yang membedakan machine learning dengan mesin yang telah diprogram sedari awal untuk menyelesaikan sesuatu dengan rangkaian perintah tertentu. Machine learning memiliki kemampuan yang lebih dinamis karena mampu menyelesaikan suatu tugas berdasarkan data yang telah dipelajari.

Contoh penerapan machine learning bisa terlihat pada platform video on demand yang menampilkan rekomendasi video berdasarkan preferensi pengguna. Machine learning mempelajari video genre apa saja yang disukai pengguna, dan selanjutnya menampilkan video rekomendasi yang karakteristiknya mirip dengan video yang disukai masing-masing pengguna.

Contoh lain penerapan machine learning bisa dilihat di beberapa platform marketplace. Beberapa marketplace menawarkan rekomendasi barang yang disesuaikan dengan perilaku tiap pengguna saat melakukan aktivitas belanja online.

Meski begitu, jika ada ‘pelajaran’ yang belum diinput oleh yang mengembangkan machine learning tersebut, maka bisa saja menghasilkan kesimpulan yang salah. Algoritme machine learning masih sangat ‘mesin’ karena hanya mampu melakukan apa yang telah dirancang oleh penciptanya.

Jika machine learning mash perlu ‘diberitahu’ untuk bagaimana ia menciptakan kesimpulan maupun prediksi akurat dengan terus diberikan data, lain halnya dengan deep learning.

Deep learning merupakan pengembangan dari machine learning yang bertujuan meniru cara kerja otak manusia menggunakan artificial neural network atau jaringan nalar buatan. Deep learning menggunakan sejumlah algoritme sebagai ‘neuron’ untuk bekerja sama dalam menentukan dan mencerna karakteristik tertentu dalam suatu rangkaian data.

Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa deep learning mampu mengidentifikasi apa yang perlu dipelajari dan bagaimana mempelajarinya ketika dihadapkan dengan pasangan data input-output berjumlah banyak. Deep learning juga mampu menggambarkan pola terkuat dalam setiap entitas yang disajikan, misalnya wajah, suara, bahkan tabel angka.

Contoh penerapan deep learning ini bisa terlihat pada teknologi facial recognition. Deep learning bisa membaca secara otomatis wajah setiap pengunjung yang masuk ke dalam sebuah gedung, apakah pengunjung tersebut karyawan atau tamu. Deep learning juga bisa diterapkan pada speech recognition atau untuk mengenali suara sehingga mmebantu menurunkan jumlah kesalahan saat melakukan identifikasi suara.

Kesimpulannya, deep learning cocok digunakan untuk memperhitungkan data yang tidak eksak seperti bahasa, suara atau gambar. Sementara machine learning dapat memberikan analisis atau kesimpulan yang lebih tepat dari algoritme eksak seperti fungsi lookup.

Terkait hubungannya dengan revousi industri 4.0, artificial intelligence dan turunannya seperti machine learning dan deep learning tentu akan membantu mewujudkan proses otomatisasi di berbagai bidang yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri.

Ahza Global Strategis – Digital Agency Jakarta, Indonesia