Ketika membangun sebuah website, hosting merupakan salah satu layanan yang wajib digunakan agar website tersebut bisa online di dunia maya. Peran hosting sangat vital karena berfungsi sebagai ‘ruangan’ sebelum memasang berbagai perlengkapan di dalamnya seperti sistem manajemen konten, penyimpanan database, maupun file lainnya seperti teks, foto, dan video.

Fungsi Hosting Pada Website

Pada dasarnya, pihak yang menyediakan layanan sewa hosting sebenarnya menyewakan space di servernya. Sebagai gambaran, server merupakan komputer fisik yang mampu beroperasi tanpa adanya interupsi agar website yang dibangun oleh si pemilik website bisa diakses kapan saja oleh siapa pun.

Penyedia layanan hosting bertugas menjaga server yang disewakannya agar tetap aktif dan mengirimkan konten (seperti gambar, video, teks, file) ke browser pengunjung website. Penyedia layanan hosting juga bertanggung jawab menjaga space server yang disewakannya dari berbagai serangan cyber yang berpotensi merugikan pelanggannya. Pada intinya, fungsi hosting dalam website juga bisa diibaratkan seperti ruangan yang berfungsi menyimpan informasi di jaringan internet.

Server yang menjadi tempat layanan hosting biasanya disimpan dalam sebuah ruangan yang memiliki sistem pendinginan dan listrik yang stabil. Penyedia server biasanya juga selalu menyediakan generator sebagai antisipasi jika listrik utama padam sehingga server bisa tetap berjalan normal. Selain hosting, hal penting lainnya ketika membuat website adalah menyewa domain.

Di sini, domain berperan sebagai alamat ‘ruangan’ yang disewa. Contoh domain yang populer seperti .com, .net, .co, dan sebagainya. Kembali ke pembahasan hosting, saat ini ada beberapa tipe hosting yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Jenis Jenis Hosting

Berikut adalah daftar tipe-tipe hosting beserta penjelasannya:

Shared Hosting

Ketika mendengar shared hosting, maka bayangkan ketika berada dalam sebuah ruangan dan terdapat banyak orang di ruangan yang sama. Ketika ruangan itu hanya memiliki dua kamar mandi, maka penghuni ruangan harus bergantian jika ingin memakai kamar mandi.

Begitu juga saat sedang duduk, ruangan akan terasa semakin sempit ketika semakin banyak orang yang menghuni ruangan yang sama. Hal inilah yang terjadi pada shared hosting karena server yang disewakan digunakan secara beramai-ramai oleh semua pelanggannya tanpa ada ruangan pemisah.

Semua website pelanggan yang jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan, berjalan di sistem operasi dan kontrol panel yang sama. Saat ada pelanggan yang memakan banyak sumber daya di server tersebut, maka tentu akan ada pelanggan lain yang terganggu. Kelebihan hosting tipe ini biasanyanya harga sewanya yang murah. Namun kekurangannya waktu loading yang mungkin lebih lambat, tergantung berapa jumlah pelanggan lain yang menyewa layanan yang sama.

VPS Hosting

Berbeda dengan shared hosting, VPS hosting menawarkan layanan seolah-olah pelanggan memiliki server yang disewanya sendiri. VPS sendiri singkatan dari Virtual Private Server. Lantaran virtual, cara kerja VPS Server sebenarnya hanya membagi-bagi space dalam satu server.

Besaran space ini biasanya sudah ditentukan oleh penyedia layanan hosting. Bila diibaratkan, VPS Hosting seperti menyewa kamar kos. Hal ini tentu lebih menguntungkan bagi pelanggan yang ingin memiliki privasi bila ingin memasang setting maupun security khusus.

Dedicated Hosting

Dedicated hosting sebenarnya memiliki fungsi yang sama seperti VPS hosting. Namun yang membedakan, pelanggan dedicated hosting tak perlu lagi repot mengelola server virtualnya. Sementara pada VPS, pelanggan masih harus mengelola sendiri server virtual yang disewanya sehingga harganya lebih murah.

Sebagai catatan, dedicated hosting berbeda tak sama dengan dedicated server. Pada dedicated server, pelanggan menyewa sebuah server fisik secara keseluruhan. Karena menyewa satu server fisik sendirian, pelanggan akan ditawari pilihan spesifikasi server tersebut seperti brand, jenis, hingga prosesor yang digunakan.

Bila dibandingkan dengan dedicated hosting, mengelola dedicated server tentu lebih rumit karena harus mengelola fisik server tersebut di samping virtual servernya. Namun keunggulannya, pelanggan bisa lebih leluasa melakukan banyak hal karena server tersebut disewa sendirian tanpa harus berbagi dengan yang pelanggan lain.

Cloud Hosting

Pada layanan cloud hosting, file yang terdapat dalam website pelanggan disimpan di dalam server fisik yang memiliki beberapa cabang server virtual. Dengan adanya beberapa server virtual, website yang menggunakan layanan cloud hosting nyaris tidak pernah down.

Karena jika terjadi gangguan di salah satu server, server lainnya akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan website tersebut agar bisa tetap online dan diakses. Hal ini juga berlaku jika sebuah website mengalami kelebihan beban. Server lain akan menyediakan sumber daya tambahan.

Layanan cloud hosting cocok digunakan oleh penyedia platform marketplace, situs pencarian, atau situs lain yang memiliki traffic tinggi. Sebagai informasi, pada layanan cloud hosting pelanggan juga bisa memilih besaran space yang disediakan penyedia layanan.

Hosting apa yang paling baik?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, calon konsumen yang akan menyewa layanan hosting harus memahami lebih dulu apa tujuan yang ingin dicapainya. Untuk beberapa hal, layanan VPS hosting, dedicated hosting, atau cloud hosting mungkin bisa menjadi pilihan terbaik.

Namun ada kalanya layanan shared hosting justru lebih baik bagi beberapa pengguna karena harganya yang terjangkau dan sudah bisa menjawab kebutuhan bagi para pemula.

Menentukan tujuan serta target yang ingin dicapai merupakan hal penting sebelum menyewa layanan hosting. Karena jika target yang ingin dicapai sebenarnya sudah bisa terwujud hanya dengan menyewa layanan shared hosting, maka tentu akan sia-sia baik dari segi biaya maupun fitur yang disediakan jika menyewa layanan VPS hosting atau dedicated hosting.

Namun jika target yang ingin dicapai memang membutuhkan layanan hosting premium, maka tidak ada salahnya menyewa layanan dedicated hosting atau cloud hosting.